Kegunaan Greenhouse Dan Cara Membangun Greenhouse

Jual Plastik UV Greenhouse Import – Lim Corporation

Membuat green house tidaklah sulit didalam mewujudkannya, selama anda memahami semua prosesnya, baik dari persiapan hingga proses pembangunannya. Green house merupakan suatu bangunan khusus yang mempunyai fungsi sebagai media bercocok tanam untuk membantu tanaman supaya tumbuh secara maksimal dan optimal, sejak saat pembibitan, penyimpanan sampai pada proses budidayanya.

Di dalam mempelajari cara membuat green house, sebaiknya anda harus mempelajari juga arti dan sedikit asal muasal dari istilah green house ini. Green house merupakan adaptasi dari istilah rumah kaca. Sebab pembuatan rumah kaca sangat membutuhkan dan yang tidak kecil, maka pembuatannya tergantikan dengan rumah kaca yang terbuat dari bahan plastik. Sebab hal tersebutlah maka terjadi pergeseran istilah dari rumah kaca menjadi green house (rumah hijau) yang sesuai dengan fungsinya sebagai rumah bagi tanaman yang pastinya berwarna hijau.

BACA JUGA:

Fungsi dan Manfaat Green House

Green house berfungsi untuk menjaga tanaman dari kondisi lingkungan yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman itu sendiri. Misalnya seperti faktor sinar matahari, kelembaban, suhu, angin, dan serangan hama ataupun polusi udara. Pada dasarnya manfaat green house bagi tanaman ialah:
Supaya kegiatan menanam dapat dilakukan pada setiap musim. Setiap jenis tanaman mempunyai sifat dan karakteristik masing-masing, yang akan menentukan kapan tanaman tersebut dapat tumbuh. Apakah akan tumbuh di musim hujan ataukah di musim panas. Dengan menanamnya di dalam lingkungan green house, kondisi lingkungan yang diinginkan sebagai syarat suatu tumbuhan dapat dimanipulasi. supaya tumbuhan tetap dapat tumbuh secara optimal dan maksimal tanpa tergantung musim dan tanpa tergantung dengan lingkungan luar lainnya.
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi tanaman yang akan dihasilkan. Dengan memberikan unsur nutrisi dan memperhatikan lingkungan di dalam green house, kualitas dan kuantitas hasil produksi dari setiap tanaman pastinya akan menjadi lebih baik.
Untuk Melakukan budidaya tanaman secara organik. Bila kondisi green house dapat terjaga dan terawat dengan baik, kemungkinan terjadinya serangan hama atau penyakit tanaman dapat dihindari. Dalam kondisi tersebut, penggunaan pestisida menjadi tidak dibutuhkan lagi.

Tipe-Tipe Green House

Tipe-tipe green house dapat dibedakan dari bentuk desainnya. Setiap bentuk desainnya dirancang dengan memperhatikan dan juga mempertimbangkan faktor dan kondisi iklim di sekitarnya. Contohnya yaitu pada daerah yang beriklim tropis, cara membuat green house akan membutuhkan sedikit teknik, yaitu bentuk dan desain green house akan dibuat dengan menggunakan banyak ventilasi.

Fungsi dari ventilasi tersebut akan berguna didalam mengurangi suhu atau temperatur yang tinggi didalamnya. Sedangkan pada daerah yang iklimnya subtropis, bentuk dan desain green house akan dibuat lebih tertutup. Fungsi dari desain yang tertutup akan bermanfaat guna mempertahankan suhu udara supaya tetap hangat di dalamnya.

Ada 3 tipe green house:

  • Tipe Tunnel: Tipe ini berbentuk melengkung atau seperti kubah, dimana bagian dinding dan atapnya dibuat menyatu tertutup sehingga membentuk setengah lingkaran. Biasanya banyak digunakan lingkungan yang berada pada daerah subtropis.
  • Tipe Piggy Back: Tipe ini disebut juga sebagai tropical green house yang banyak digunakan pada daerah tropis. Tipe ini berbentuk menyerupai rumah dengan banyak ventilasi yang ada di atapnya.
  • Tipe Multispan: Tipe ini merupakan perpaduan dari tipe tunnel dan tipe piggy back. Tipe ini lebih banyak digunakan pada daerah pertanian yang mempunyai skala besar, sebab memiliki struktur bangunan yang kuat namun tetap ekonomis.

Jenis-Jenis Green House:

Sedangkan jenis green house yang biasa digunakan di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan material yang biasa digunakan, sebab akan berpengaruh terhadap biaya dan usia dari bangunan tersebut. Berikut jenis-jenisnya:

  • Green House Bambu
    Adalah jenis yang paling banyak murah biaya pembuatannya, dan banyak digunakan para kalangan petani. Kelemahan jenis green house ini ialah usia pemakaiannya yang relatif lebih singkat sebab material yang digunakan rentan sebagai terhadap hama. Biasanya green house bambu hanya menggunakan plastik UV untuk tempat produksi tanamannya.
  • Green House Kayu
    Jenis green house kayu kualitasnya lebih baik dibanding jenis green house bambu, sebab usia pakainya yang relatif lebih tahan lama. Sanitasi lingkungan yang dimiliki pun lebih bersih jika dibandingkan dengan jenis green house bambu. Biasanya bagian bawah dinding akan ditambah semen supaya terlihat lebih permanen, dan penutupnya sudah menggunakan berbagai jenis pilihan material yang juga lebih permanen sifatnya.
  • Green House Besi
    Jenis green house besi adalah jenis yang paling tahan lama digunakan dan tentunya dari segi biayanya adalah yang paling mahal pembuatannya. Hal ini disebabkan sebab material yang digunakan adalah kualitas terbaik dilihat dari kekuatannya. Selain itu biasanya ada unsur penambahan pada beberapa peralatan lain yang dimaksudkan supaya dapat mendukung penggunaannya menjadi lebih optimal dan maksimal.

Cara Membuat Green House

Ada beberapa hal atau ketentuan yang perlu diperhatikan dalam tata cara membuat green house supaya penggunaannya dapat menjadi lebih efektif yaitu:

  • Ketinggian atap seharusnya dibuat lebih rendah, maksimal setinggi orang dewasa. Hal ini dimaksudkan supaya dapat memudahkan saat melakukan proses kegiatan perawatan dan saat melakukan proses penangkapan hama yang masuk.
  • Dalam membuat green house sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik namun juga tetap dalam keadaan tertutup.
  • Penggunaan jaring sebagai dinding seharusnya lebih rapat dan menggunakan warna transparan.
  • Penggunaan biaya yang sesuai dengan budget yang dimiliki, perlu dipertimbangkan dalam membuat green house supaya tidak terjadi pembuangan dana yang sia-sia.
  • Masalah yang biasanya menjadi kendala dalam membuat green house, pada umumnya ialah permasalahan utama terletak pada faktor biaya. Sebetulnya apabila dapat lebih berkreasi, anda dapat membangun green house sederhana dengan biaya yang lebih murah dengan mendapatkan fungsi yang sama.

Bahan-bahan utama yang dibutuhkan dalam membuat green house sederhana, adalah:

  • Kayu, Bambu dan Pipa PVC (paralon)
    Bahan-bahan ini digunakan sebagai pembuatan kerangka dan juga sebagai rak-rak untuk tempat tanaman. Bahan-bahan tersebut dapat digunakan secara individu ataup juga dapat dikombinasikan antara satu dengan lainnya. Bahan-bahan yang terbuat dari kayu atau juga bambu dari segi pembiayaan harganya relatif lebih murah, namun kekuatannya hanya mampu bertahan hingga 2-3 tahun saja. Sedangkan besi mempunyai harga yang lebih mahal dalam pembuatannya, namun dapat bertahan lebih lama. Pemilihan pipa PVC sangat cocok untuk rangka tipe yang bentuknya melengkung (tunnel).
  • Plastik Ultraviolet
    Plastik ultraviolet biasanya digunakan untuk menutupi bagian atap. Selain itu, ada beberapa jenis bahan di pasaran yang dapat anda pilih seperti bahan Acrylic, Polycarbonate, Fiberglass Reinforced Polyester, Polyethylene film ataupun Polyvinyl cholride film.
  • Paranet/Screen
    Bahan ini biasanya digunakan untuk penutup seluruh bagian sisi dinding. Paranet juga berguna sebagai sirkulasi udara, sebagai penyaring sinar matahari, dan juga sebagai penghalau masuknya serangga dari luar.
  • Paku
  • Baut
  • Tali
    Pada dasarnya bahan-bahan tersebut diatas biasanya digunakan untuk pengikat dan sebagai penguat konstruksi bangunan.

Tahapan-Tahapan Membuat Green House Sederhana

1. Menentukan lokasi dan ukuran green house
Didalam pemilihan lokasi sebaiknya memperhatikan beberapa faktor penting seperti luas lahan, bentuk topografi, iklim, serta ketersediaan sumber air. Setelah itu anda bisa menentukan ukuran dan arah bangunan sesuai dengan keinginan dan desain yang direncanakan. Saat menentukan ukuran bangunan anda juga perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan bahan yang diperlukan. Kesimpulannya ialah, semakin besar ukuran maka tentu akan semakin besar biaya yang dikeluarkan.

2. Membuat kerangka
Bentuk kerangka bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda, baik berbentuk rumah ataupun melengkung seperti tipe tunnel. Buat kerangka mulai dari bagian dinding, pintu sampai bagian atap. Setiap struktur utama kerangka dapat anda berikan semacam dudukan beton supaya lebih kuat. Gunakanlah paku, baut dan tali sebagai pengikat antar bagiannya.

3. Menutup Kerangka
Setelah kerangka selesai dibentuk, langkah selanjutnya ialah menutup bagian atapnya dengan plastik UV. Setelah itu anda bisa menutup bagian dinding dengan paranet. Gunakan paku, baut dan tali untuk mengikatnya. Pasanglah secara benar dan hati-hati supaya hasilnya lebih rapi dan kuat.

4. Finishing
Setelah green house selesai dibangun, maka tahapan berikutnya yaitu dengan melakukan pengaturan di dalamnya. Pengaturan dapat disesuaikan dengan kegunaan atau fungsinya. Anda juga dapat membuat sekat-sekat ataupun membuat semacam rak-rak kecil sebagai tempat menanam tanaman.

Tips-tips dalam membuat green house:

  • Pastikan posisi green house memanjang dari timur ke barat, dengan maksud supaya mendapatkan panas di siang hari lebih panjang kepada tanaman.
  • Bila anda merencanakan adanya penyinaran buatan atau lampu di dalam green house, pastikan posisinya dekat dengan tanaman.
  • Buat posisi berdirinya green house harus benar-benar jauh dari jangkauan anak-anak.
    Sebaiknya green house dilengkapi thermometer kerja yang dapat mengontrol pengaturan suhu, kecuali apabila green house mempunyai sistem ventilasi otomatis. Pada musim dingin, suhu di dalam ruangan seharusnya ada di kisaran 45 derajat sampai 60 derajat supaya pertumbuhan tanaman tidak terganggu kualitasnya. Walaupun dalam keadaan di luar dingin, tetapi green house tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup, suhu di dalam green house akan tetap menjadi hangat.
  • Pastikan sistem ventilasi tetap bekerja maksimal, apabila suhu di dalam green house sudah mulai meningkat terlalu hangat, udara dingin diluar dapat masuk dan dapat menetralisir suhu panas tersebut kembali ke temperatur ideal yang diperlukan tanaman.

* Info Lengkap Mengenai Harga Plastik UV silahkan klik DISINI

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Plastik UV untuk greenhouse atau penjemuran atau digunakan untuk yang
lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan
hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email : limcorporation2009@gmail.com
WA : Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan :
– Minimal order 3 roll
– Kandungan UV protektor 5%, jika minta kandungan UV diatas 5% akan dikenakan harga untuk kenaikan tiap 1%
nya Rp 500,-/kg
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim Ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *